
SD Norma Angkasa meriah sekali. Ada pembagian rapor dan bazar makanan.

Fajar datang memakai baju rapi dan wangi. Ia yakin, semester ini jadi juara kelas.

Tapi ternyata, Jumbo yang juara kelas. Ia diberi piala oleh Bu Guru.

“Enaknya jadi juara kelas,” kata Fajar dalam hati. Ia juga mau dapat piala.

Fajar lemas. Hatinya panas, tapi tidak bisa dikipas. Bahkan saat kena angin dari luar kelas.

Fajar bingung kenapa tidak juara. Padahal sudah rajin belajar dan ujiannya lancar.

“Kalah lagi sama Jumbo. Bosan juara dua terus,” katanya pelan.

“Ahhh, gak apa-apa. Jajan aja, yuk!” seru Dafa yang mendengar keluhan Fajar.
Dafa menarik Fajar keluar kelas. Mereka celingak-celinguk, cari jajanan enak di bazar.

“Ada donat, tuh! Tinggal satu,” kata Dafa sambil menunjuk. “SIAPA CEPAT, DIA DAPAT!”

Fajar dan Dafa berlari adu cepat. Tembus anak-anak lain dan guru-guru. Syuuuuu!

“Hhhhah, aku dapat!” kata Fajar sambil atur napas. Ia menang dan dapat donat terakhir.
“Enaknya, juara dapat donat. Ini buatmu,” Fajar memberi Dafa potongan donatnya. Mereka makan bersama.

Hari pembagian rapor pun tetap meriah. [*]


