Tiga Penjaga Sungai

Beri si Berang-Berang tinggal di sungai yang jernih. Aliran sungainya tenang, dasarnya dipenuhi tanaman warna-warni.

Beri memiliki dua sahabat. Seli si Ikan Seluang yang lincah dan cerdas. Taka si Kepiting Batu yang kuat.

Mereka bermain setiap hari. Kadang berkejaran. Kadang membantu hewan sungai yang lain.

Suatu pagi, air sungai berubah menjadi keruh dan bau. Oh, apa yang terjadi?

Beri merasa pusing. Seli berenang lebih lambat. Tubuhnya menjadi lemas. Taka menggeser batu kecil untuk menutup pintu lubangnya.

Hari itu mereka tidak bermain. Beri, Seli, dan Taka pulang ke rumah masing-masing. Mereka berharap keadaan akan berubah esok hari. 

Namun, harapan mereka tidak menjadi kenyataan. Tanaman air mulai layu. Beri cemas melihat keadaan ini. Ia ingin tahu penyebabnya.

Beri mengajak Seli dan Taka menyusuri sungai hingga ke hulu.

Petualangan dimulai!

Beri menyelam sambil sesekali mengintip dari celah batu. Seli berenang cepat di permukaan sungai. Taka berjalan sambil menggali di dasar sungai.

Olala, arus sungai berubah menjadi lebih deras. Beri terhempas ke belakang. Seli bersembunyi di balik rumput air. Taka berhenti menggali. Ia mencengkeram kuat batu sungai.

Beri, Seli, dan Taka menunggu arus sungai mereda. Setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan.

Namun, keadaan berubah. Dasar sungai menjadi hitam. Seli terjebak dan sulit bergerak. Beri mencoba menarik Seli. Taka menggali lumpur yang menghalangi jalan. 

Akhirnya, Seli bisa kembali bergerak. Mereka istirahat sebentar di dekat batu besar. Lalu, melanjutkan perjalanan dengan lebih hati-hati. 

Beri, Seli, dan Taka sampai di hulu sungai. Oh, bola mata mereka seolah berhenti berkedip. Beri, Seli, dan Taka melihat benda bertumpuk.

Benda-benda itu mengeluarkan cairan berwarna hitam pekat. Bau busuk tercium lebih kuat dari cairan itu.

Air di sekitar benda-benda terlihat keruh. Tanaman di sekitarnya juga layu.

Beri, Seli, dan Taka saling memberi pendapat. Seli berenang memanggil teman-teman sungai. Kura-kura, udang, dan siput datang.

Perlahan-lahan, mereka menyingkirkan benda-benda itu. Mereka mendorong benda-benda menuju batu di tepi sungai. Batu-batu sungai membuat benda-benda itu tertahan.

Hore! Air sungai mulai mengalir jernih. Perlahan, bau juga mulai hilang.

Matahari makin bersinar terik. Beri melihat dasar sungai masih kosong. Belum ada tanaman hijau di sana. Bagaimana cara mengembalikan hijaunya sungai?

Kura-kura, udang, dan siput mengatakan ada benih tumbuhan air di sekitar tempat ini. Mereka pergi sebentar, lalu kembali lagi.

Beri menyebar benih. Sebagian mengambang dan sebagian tenggelam. Seli menyebarkan benih ke beberapa tempat.

Taka mulai menanam benih di dasar sungai.

Mereka berharap benih segera tumbuh. Membayangkan sungai kembali menjadi tempat bermain yang menyenangkan.[*]

Scroll to Top