Nata dan Kadal

Cerita Anak tentang Persahabatan

Nata berjalan sendiri ke pojok sekolah. Ia sedang tidak mau bermain.

Nata berjalan sendiri ke pojok sekolah. Ia sedang tidak mau bermain.

Di taman pojok sekolah, Nata lihat hewan misterius. Merangkak di antara rumput.

“Ck ck ck,” Nata panggil hewan itu. Tapi hewan itu cuma tengok kanan dan kiri.

Di taman pojok sekolah, Nata lihat hewan misterius. Merangkak di antara rumput.

“Hei!” Nata panggil lagi. Sekarang hewan itu menoleh. Mereka saling menatap.

“Hei!” Nata panggil lagi. Sekarang hewan itu menoleh. Mereka saling menatap.

Nata bayangkan tubuhnya mengecil. Jadi sama seperti hewan itu.

Mereka berkenalan. Katanya, hewan itu Kadal Hijau dan sedang tersesat.

Cerita Anak tentang Persahabatan

“Apa kau lihat teman-temanku?” tanya Kadal Hijau. “Kami lagi cari Dokter Loreng, tapi aku terpisah sendiri.”

“Ikut aku keliling dunia, siapa tahu ketemu,” jawab Nata.

Cerita Anak tentang Persahabatan

Mereka lewati Padang Badai Bola. Banyak raksasa sedang bermain. “Hati-hati!”

“Teman-temanku tidak ada di sini,” kata Kadal Hijau. “Bawa aku ke tempat lain.”

Cerita Anak tentang Persahabatan

“Di sini juga cuma ada raksasa! Tidak ada teman-temanku!”

Cerita Anak tentang Persahabatan

Mereka sampai di tempat yang seram. “Ini Pemakaman Buku,” kata Nata.

“Semoga teman-temanku tidak ditangkap Hantu Buku,” kata Kadal Hijau.

Cerita Anak tentang Persahabatan

“Banyak akar hitam di sini,” kata Nata. Kini mereka di Tanah Tombol dan Tetikus.

“Teman-temanku masih belum terlihat!” Kadal Hijau mulai cemas.

Nata dan Kadal hijau hampir putus asa. Tapi saat mereka sampai di Kebun Pengetahuan …

Cerita Anak tentang Persahabatan

“Kadal Hijauuu!”

Itu teman-teman Kadal Hijau … dan Dokter Loreng. Akhirnya, ketemu juga yang dicari.

Cerita Anak tentang Persahabatan

Kadal Hijau siap menghampiri teman-temannya. Tapi sebelumnya …

… ia pegang tangan Nata. “Temanku, ikut aku ke hutan ajaib …”

Teng teng teng! Nata belum sempat menjawab, bel sekolah berbunyi.

Cerita Anak tentang Persahabatan

Nata tersadar dari lamunannya. Ia segera lari masuk kelas, tanpa pamitan.

Cerita Anak tentang Persahabatan

Nata ikut pelajaran lagi. “Huh, padahal masih mau ngebayangin Hutan Ajaib!”. [*]

Scroll to Top