Burung Maleo & Kepiting Sombong

Cerita anak spesial, ilustrasi dibuat oleh Annisa Dwi Multia.
Cerita anak burung maleo

Di tepi pantai Sulawesi, hiduplah seekor Burung Maleo yang rajin dan seekor Kepiting yang sombong.

Maleo sering menggali pasir hangat untuk menyimpan telurnya. Itu agar telurnya bisa menetas dengan bantuan panas matahari.

Cerita anak burung maleo - Ilustrasi oleh Annisa Dwi Multia

Sementara itu, Kepiting selalu berjalan mondar-mandir sambil menyombongkan diri.

“Lihat aku, Maleo! Aku bisa berjalan ke samping dengan cepat, menyelam di air, dan menggali lubang juga,” kata Kepiting dengan angkuh.

“Kamu hanya bisa terbang sebentar dan menggali untuk telur saja,” lanjut Kepiting.

Maleo hanya tersenyum dan menjawab pelan. “Setiap makhluk punya kelebihan dan kekurangan, Teman.”

Cerita anak burung maleo - Ilustrasi oleh Annisa Dwi Multia

Sampai suatu hari, ombak besar datang tanpa diduga. Air laut naik ke pantai dan menghanyutkan banyak sarang hewan.

Maleo yang melihat ombak besar segera mencari tempat yang tinggi. Ia menyelamatkan telurnya dengan menyeretnya pakai daun kelapa.

Namun, Kepiting justru tertawa. “Ah, aku tidak takut! Aku bisa menggali lubang lebih dalam,” katanya sombong.

Ketika ombak semakin tinggi, lubang Kepiting terisi air. Ia panik dan berusaha keluar, tetapi pasir di sekitarnya longsor. Ia hampir tenggelam!

Melihat itu, Maleo segera terbang mendekat dan menolong si Kepiting keluar dari pasir. Setelah ombak surut, Kepiting menunduk malu.

Cerita anak burung maleo - Ilustrasi oleh Annisa Dwi Multia

“Terima kasih, Maleo. Aku terlalu sombong dan tidak mau mendengar nasihatmu,” ucapnya pelan.

Maleo tersenyum lembut. “Tidak apa-apa. Sekarang kamu tahu, kita semua butuh satu sama lain.”

Sejak hari itu, Kepiting tidak pernah sombong lagi. Mereka pun jadi sering bekerja sama.

Kepiting menjaga tempat telur Maleo, Maleo membawa Kepiting ke tempat aman … setiap kali badai datang. [*]

Scroll to Top